Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Lagi Gelap Gulita, Ini Cara agar Seluruh Wilayah Indonesia Dapat Listrik

Oktiani Endarwati , Jurnalis-Rabu, 07 Juli 2021 |17:44 WIB
Tak Lagi Gelap Gulita, Ini Cara agar Seluruh Wilayah Indonesia Dapat Listrik
Listrik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Transisi energi menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Kehadiran digitalisasi teknologi dan pemanfaatan energi bersih diyakini pemerintah sebagai salah satu faktor pendorong transisi energi terutama dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan dan mengakomodir peningkatan variabel energi bersih.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan digitalisasi teknologi dan modernisasi infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan melalui pendekatan internet of things (loT) dengan memanfaatkan jaringan listrik cerdas (smart grid).

"Smart grid ini memungkinkan adanya komunikasi antara supply dan demand listrik," kata Ego mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif pada acara Ulang Tahun Ke-6 Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia, penguasaan teknologi dan Engineering Procurement Construction (EPC) jaringan listrik menjadi infrastruktur utama dalam mengakomodasi volatilitas operasional Variable Renewable Energy (VRE). "Kedua hal ini sudah dikuasi PJCI. Semoga (sumbangsih) ini mendorong keberhasilan transisi energi dan pengembangan smart grid di Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Dapat Stimulus Listrik, Erick Thohir: Bukan Buat Nonton Bola

Ego menjelaskan, implementasi smart grid telah masuk sebagai program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024. Saat ini sudah terdapat lima lokasi pengembangan smart grid yang telah dilakukan di Sistem Jawa Bali, yaitu Advance Metering Infrastructure (AMI) untuk pelanggan PLN di Jakarta, Digital Substation Sepatan II, Digital Substation Teluk Naga II, Reliability Efficiency Optimization Center (REOC) pada sistem milik Indonesia Power, serta Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic and Optimization Center (REMDOC) pada sistem milik PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

Kementerian ESDM juga telah mewacanakan Super Grid Nusantara, menghubungkan jaringan listrik antar pulau besar serta Papua, Maluku dan Nusa Tenggara, sebagai solusi potensial guna meningkatkan pengembangan energi terbarukan dengan tetap menjaga kestabilan dan keamanan sistem kelistrikan.

Baca Juga: Diskon Listrik Diperpanjang, Erick Thohir: Sangat Dibutuhkan

"Dengan adanya super grid memungkinkan setiap wilayah untuk mengimpor dan mengekspor pasokan listrik di saat adanya krisis kekurangan dan kelebihan energi berbasis EBT," ungkap Ego.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement